Nama : CHOIRUNNISAIL M.
Nim
: 10620074
Tugas : Makroalga Taksonomi Tumbuhan
Rendah
Halimeda Renschii Hauck
Klasifikasi
:
Kingdom Plantae
Divisi Chlorophyta
Kelas Chlorophyceae
Bangsa Caulerpales
Suku Udoteaceae
Marga Halimeda
Spesies Halimeda renschii hauck
(Nybakken, 1992)
Ø Spesifikasi
Pertumbuhan thalli tegak kompak
dalam satu rumpun tinggi 8 cm. Percabangan utama dichotomus atau trichotomus.
Segment bulat gepeng atau oval lebar 6 mm, panjang 5 mm dan Basal segment lebar
7 mm, panjang 5 mm. Holdfast lebar 1 mm, panjang 7 mm atau lebih (Pandey,
1995).
Talusnya seperti lembaran
pipih bulat kecil, Mampu menyerap karbon dan dalam globlal warming berperan
dalam menstabilkan suhu. Asal katanya yaitu dari Halimeda sp. Atau halimos yang
mempunyai arti laut, mempunyai bentuk lempeng pipih yang saling menyambung dan
terikat dengan yang lainnya, Antar lempengan tersebut dihubungkan oleh sendi
yang tersusun oleh kristal aragonite secara menyebar tetapi tetap bergerombol
dengan yang lainnya. Thallus tertambat pada substrat pasir dengan holdfast
fibrous (bold, 1978).
Ø Habitat
Halimeda renschii hauck ini
biasanya tumbuh kebanyakan di daerah paparan terumbu karang terutama pada
substrat pasir dan pecahan karang dapat dijumpai pada perairan laut dengan
kedalaman 2-15 m. Keberadaannya hampir seluruh paparan terumbu yang bersubstrat
pasir dan pecahan karang mati disel (Dawes, 1990).
Menurut Dodge(1973) spesifikasi alaga ini adalah pertumbuhan
thalli kompak kandungan karbonat tinggi, tinggi 6 cm. Percabangan utamanya
adalah dichotomus atau trichotomus. Segmen berlekuk-lekuk lebar 20mm. Panjang
12 mm. Basal segmen lebar 18 mm dan panjang 20 mm. Holdfast lebar 17mm dan
panjang 15 mm. Persebaran banyak ditemukan di substrat pasir, pecshan trumbu
karang, pasir lumpuran.
Dipaparan pasir tumbuh
berasosiasi dengan tumbuhan lamun. Keberadaan jenis spesies seperti ini banyak
ditemukan atau dijumpai pada perairan laut.
Ø Potensi
Digunakan
sebagai sumber karbonat di laut dan belum di manfaatkan.
Alga ini termasuk pada daftar
alga hijau atau rumput laut yang memiliki banyak manfaat berdasarkan penelitian
tercatat 22 jenis telah di manfaatkan sebagai makanan, dari 22 jenis tersebut
ada beberapa diantaranya digunakan sebagai obat-obatan. Negara Indonesia
terkenal dengan negara yang kaya akan sumber daya alam (Lovelles, 1989).
Sebagai negara dengan luas
wilayah laut lebih dari 70%, salah satu sumber kekayaan alam yang bisa kita
manfaatkan adalah sumber hayati. Selain ikan, alternatif hasil laut yang bisa
di olah adalah rumput laut. Rumput laut termasuk dalam anggota alga (tumbuhan
yang memiliki klorofil atau zat hijau daun).
Menurut Nybakken (1992), bahwa
karena kandungan gizi yang dimiliki cukup tinggi, rumput laut mampu
meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf. Selain itu rumput
laut juga bisa meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja
jantung. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan
rendahnya insiden kanker payudara di suatu negara tersebut. Mungkin hal ini
disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik (
Nontji, 1993).
Rumput laut
dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC,
cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya
seksual, Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. . Selain
itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal
bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya
penuaan dini. Semua rumut laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah
kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat
seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases.
Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar
kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak
lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan
lainnya. Pemanfaatan Rumput Laut Secara Umum adalah : 1. Makanan dan susu (Ice
cream, yoghurt, waper krim, cokelat susu, pudding instant) 2. Minuman (Minuman
ringan, jus buah, bir) 3. Roti 4. Permen 5. Daging ikan dalam kaleng 6. Saus,
salad dressing, kecap 7. Makanan diet (Jelly, jam, sirup, puding) 8. Makanan
bayi 9. Non pangan (Makanan hewan, makanan ikan, cat, keramik, tekstil, kertas)
10. Farmasi dan koxsmetik (Pasta gigi, shampoo, obat tablet, bahan cetak gigi,
obat salep) (Aslan, 1991).
Ø Perkembangbiakan
Menurut Dawes (1990),
perkembangbiakan pada Chlorophyceae antara lain:
1. Secara Vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif dilakukan dengan fragmentasi
tubuhnya dan pembelahan sel.
2. Secara Aseksual
Perkembangbiakan dengan cara membentuk sel khusus yang
mampu berkembang menjadi individu baru tanpa terjadi peleburan sel kelamin.
Pada umumnya terjadi dengan spora, oleh karena itu sering disebut
perkembangbiakan secara sporik.
Zoospora dibentuk oleh sel vegetatif, tetapi beberapa
tumbuhan terbentuk dalam sel khusus yang disebut sporangia. Zoospora setelah
periode berenang beberapa waktu, berhenti pada substrat yang sesuai, umumnya
dengan ujung anterior. Flagella dilepaskan dan terbentuk dinding, selama proses
ini alga mensekresikan lendir yang berperan untuk pertahanan diri (Lovelles,
1989).
3. Secara Seksual
Perkembangbiakan secara seksual banyak dijumpai yaitu
isogami,anisogami,Meiosis dapat terjadi pada zigot yang berkecambah atau pada
waktu pembentukan spora atau gamet. Daur hidup umumnya dijumpai adalah tipe
haplontik, meskipun beberapa jenis termasuk tipe diplontik(Dawes, 1990).
DAFTAR PUSTAKA
Aslan, L. M. 1991. Budidaya Rumput Laut.
Kanisius. Yogyakarta.
Bold,
1978. Introduction To Alga, Structure and Reproduction.New
Delhi :Prentice Hall Of India.
Dawes, C. J. 1990. Marine Botany A Wiley
Interscience. John Wiley & Sons. New York.
Dodge, J. D. 1973. The Fine Structure
of Algae Cells. Academic Press. London.
Loveless,
A.R. 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk
Daerah Tropik 2. PT Gramedia. Jakarta.
Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Penerbit
Djambatan, Jakarta.
Nybakken,
J. W. 1992.Biologi Laut :
Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta : PT Gramedia.
Pandey, S. N. 1995. A Textbook
of Algae. Vikas Publishing: Jakarta.
Sulistjono.2009. Alga. Malang : UIN MALIKI Malang